4 Cara Machine Learning dapat Meningkatkan Social Media Marketing

  • 3 min read
  • Dec 17, 2020
Cara Machine Learning

Memanfaatkan potensi besar yang dimiliki artificial intelligence atau kecerdasan dalam bisnis bukan lagi impian atau angan-angan belaka. Banyak perusahaan telah menerapkannya dalam operasi bisnisnya sehari-hari, dan seiring dengan kemajuan teknologi yang pesat, kini kita tahu bahwa machine learning dan pemasaran saling berkaitan. AI memang masih belum dapat menggantikan peran manusia dalam sosial media, namun AI dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas interaksi online antara perusahaan dan klien mereka.

Untuk bisnis saat ini, mampu mengantisipasi perilaku konsumen adalah kunci untuk mengoptimalkan kampanye pemasaran. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana machine learning di media sosial dapat membantu perusahaan meningkatkan dan meningkatkan upaya pemasaran mereka.

Social Media Monitoring

Social media monitoring adalah salah satu alat yang banyak digunakan oleh bisnis untuk mengelola akun media sosial yang mereka punya. Platform seperti Twitter dan Instagram memiliki alat-alat analisis bawaan yang dapat mengukur keberhasilan posting sebelumnya, termasuk jumlah likes, komentar, klik pada tautan yang disertakan, atau views pada video.

Alat-alat bawaan ini membantu bisnis dalam mengetahui audiens atau pasar mereka, termasuk informasi demografis dan waktu puncak atau peak time followers mereka paling aktif di platform media sosial. Algoritma media sosial pada umumnya memprioritaskan postingan yang lebih baru dibandingkan postingan lama. Nah, dengan begitu, bisnis dapat membuat jadwal postingan mereka pada waktu strategis agar dapat mencapai lebih banyak audiens.

Di masa depan, bisnis dapat menggunakan AI untuk mencari rekomendasi tertentu, seperti pengguna yang mana yang harus dikirimkan pesan, atau postingan apa yang harus dikomentari, dan semuanya berujung pada peningkatan penjualan. Rekomendasi ini didasarkan pada informasi yang dikumpulkan melalui alat-alat analisis yang sudah ada untuk memantau sosial media.

Sentiment Analysis

Sentiment analysis juga disebut sebagai opinion mining atau emosi AI, yaitu menilai opini dari suatu teks. Prosesnya menggunakan natural language processing (NLP) dan machine learning untuk memasangkan data media sosial dengan label yang telah ditentukan sebelumnya seperti positif, negatif, atau netral. Kemudian, mesin dapat mengembangkan agen belajar untuk memahami sentimen sebagai dasar bagi pesan baru.

Nah, bisnis dapat menerapkan sentiment analysis ini pada akun sosial media yang dimiliki atau pada bagian pelayanan pelanggan untuk mengumpulkan feedback tentang produk atau desain yang baru diluncurkan. Selain itu, bisnis juga dapat memanfaatkan sentiment analysis untuk mencari tahu bagaimana tanggapan orang-orang terhadap produk kompetitor atau topik industri yang sedang tren.

Image Recognition

Bisnis juga dapat memanfaatkan fitur image recognition yang dimiliki machine learning untuk upaya pemasarannya. Bagaimana caranya? Misalnya, ada seorang konsumen yang mengunggah foto produk tanpa secara langsung menyebutkan merek atau nama produk dapat caption mereka. Jika bisnis dapat mengetahui hal ini tanpa harus susah payah mencari, mereka dapat menggunakannya sebagai peluang untuk mengirim promosi kepada orang tersebut, atau dapat pula mengomentari postingan untuk mengucapkan terima kasih. Hal ini tentunya bisa meningkatkan loyalitas pelanggan dan memberikan sentuhan personal.

Dengan begitu, konsumen akan terdorong untuk mengunggah lebih banyak foto produk yang mereka beli di kemudian hari, hal ini tentunya mengarah pada promosi bisnis. Perusahaan dapat memperoleh manfaat dari penggunaan image recognition seperti ini karena biasanya postingan dengan foto terlihat lebih menarik dibandingkan postingan yang hanya menggunakan teks. Hal ini penting bagi pemasaran karena algoritma sosial media biasanya dirancang agar postingan dengan engagement tinggi muncul di bagian atas feed pengguna.

Chatbots

Pernahkah Anda melihat atau bahkan menggunakan fitur chatbot yang muncul di sudut bawah layar saat membuka situs web tertentu? Chatbots adalah aplikasi AI yang meniru percakapan nyata. Machine learning sangat penting untuk keberhasilan chatbots, karena memungkinkan chatbot untuk terus belajar dari interaksi dengan pengunjung, mengumpulkan data, dan menafsirkannya untuk memberikan jawaban yang lebih akurat dari waktu ke waktu.

Chatbots memungkinkan bisnis untuk berinteraksi dengan konsumen tanpa menggunakan interaksi manusia secara langsung. Untuk bisnis dengan basis pelanggan yang umumnya muda, chatbots cenderung meningkatkan kepuasan pelanggan. 60% milenial telah menggunakan chatbot, dan 70% dari mereka melaporkan pengalaman positif.

Media sosial penuh dengan insights menarik bagi bisnis. Yang Anda butuhkan adalah teknologi dan teknik yang tepat untuk memproses informasi ini. Di sinilah machine learning membantu bisnis menyaring data yang berasal dari miliaran perangkat di seluruh dunia. Untuk mendapatkan manfaat terbaik dari media sosial, penting bagi perusahaan terutama bagian marketing untuk menggunakan alat yang menggabungkan machine learning demi mencapai tujuan yang maksimal.