Cara Membuat Laporan Keuangan

  • 2 min read
  • Aug 21, 2021
Membuat Laporan Keuangan

Laporan keuangan untuk suatu perusahaan atau industri apapun sangat diperlukan untuk menentukan keberlangsungan suatu usaha atau bisnis yang dikelola. Laporan keuangan merupakan sejumlah laporan berisi informasi keuangan, perubahan posisi keuangan suatu lembaga atau perusahaan dalam periode tertentu. Dengan adanya laporan keuangan ini kita dapat mengetahui kinerja suatu perusahaan.

Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan perusahaan dibuat untuk memberikan gambaran atau informasi terkait posisi serta kinerja keuangan perusahaan yang bermanfaat untuk keberlangsungan bisnis ke depannya.

Pemilik usaha diharuskan bisa membaca laporan keuangan supaya dapat melihat dengan pasti bagaimana kondisi keuangan perusahaan serta menentukan prospek perusahaan. Adapun beberapa jenis laporan keuangan antara lain:

  • Laporan keuangan neraca

Merupakan laporan keuangan yang memberikan informasi bagaimana kondisi keuangan dalam suatu periode tertentu serta berakhir di akhir tahun.

  • Laporan keuangan laba dan rugi

Memberikan informasi operasional keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu, baik satu bulan maupun satu tahun.

  • Laporan keuangan ekuitas

Disebut juga dengan laporan pemilik usaha, berisi tentang perubahan modal dalam suatu periode tertentu.

  • Laporan keuangan arus kas

Laporan keuangan ini adalah laporan yang berisi jumlah kas diterima ataupun kas masuk serta jumlah pengeluaran kas pada periode tertentu.

Membuat laporan keuangan sendiri dibutuhkan hal penting yang perlu dipersiapkan, yakni:

  • Melakukan proses jurnal bagi setiap transaksi
  • Memasukkan ke dalam buku besar pada masing-masing akun, melakukan pengelompokan pada kelompok pasiva, aktiva serta rugi lama yang didalamnya terdapat penjualan serta seluruh biaya.

Cara Menyusun Laporan Keuangan

1. Laporan Keuangan Neraca Saldo

Laporan keuangan ini adalah daftar berbagai rekening dan dimuat pada buku besar menggunakan saldo debet maupun kredit. Dalam menyusun neraca saldo ini diterapkan sebelum penyesuaian ayat jurnal. Dalam dunia akuntansi, neraca saldo merupakan daftar rekening-rekening dalam buku besar menggunakan kredit atau saldo debit.

2. Mengumpulkan Data

Data yang dikumpulkan ini berfungsi untuk membuat jurnal penyesuaian sebab mungkin saja terdapat sebuah transaksi belum dicatat serta belum sesuai pada periode tertentu.

3. Menyusun Worksheet

Neraca lajur atau worksheet dibutuhkan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan dimulai dari neraca saldo kemudian disesuaikan menggunakan data yang didapatkan dari jurnal penyesuaian. Jumlah saldo juga dilaporkan pada neraca tersebut bersamaan dengan laporan rugi laba.

4. Menyusun Laporan Rugi Laba

Laporan perubahan modal dan laporan rugi laba juga menjadi hal yang tidak kalah pentingnya. Laporan ini disusun pada neraca maupun laporan rugi laba dengan tujuan supaya mudah dibaca serta dianalisa.

5. Menyesuaikan Laporan dengan Beragam Rekening

Rekening-rekening yang ada di dalam buku besar akan mudah disesuaikan. Selanjutnya membuat jurnal penutupan dan menutup rekening nominal pada rekening rugi laba. Keterangan keuangan dibuat dengan jelas dan dibukukan berdasarkan rekening yang bersangkutan.

6. Membuat Neraca Saldo sesudah Jurnal Penutupan

Dalam tahap pengecekan keseimbangan kredit dan debet rekening yang terbuka, maka dibutuhkan neraca saldo sesudah penutupan. Neraca ini mencakup penutupan rekening rill, bukan rekening nominal yang telah ditutup.

Nah, itu tadi ulasan mengenai laporan keuangan perusahaan yang menjadi elemen penting dalam menjalankan perusahaan. Laporan ini mungkin tidak bisa disusun bagi sembarang orang, namun bagi Anda selaku pemimpin perusahaan diharapkan mengetahui point-point penting dalam penyusunannya supaya Anda bisa menganalisisnya dengan tepat demi pengambilan keputusan selanjutnya.

Untuk mengetahui informasi lengkap keuangan dan bisnis bisa mengunjungi halaman https://www.dolarhijau.com. Semoga bermanfaat!