Alergi bisa menyerang siapa saja tak kenal anak-anak, remaja bahkan orang dewasa. Penyebab alergi juga banyak sehingga mempengaruhi banyaknya jenis alergi. Anak-anak menjadi seseorang yang sangat rentan terkena alergi. Hal ini dikarenakan sistem kekebalan tubuh anak belum sekuat orang dewasa sehingga anak pun menjadi rentan.

Pada dasarnya alergi merupakan reaksi tubuh tidak normal terhadap benda atau zat yang masuk ke dalam tubuh. Ketika anak Anda terkena alergi Anda tidak perlu khawatir, segera lakukan pengenalan, konsultasi pada dokter hingga lakukan pengobatan. Lantas bagaimana cara deteksi dini alergi pada anak? Ikuti cara Cek Alergi berikut ini.

  1. Cari tahu riwayat kesehatan orangtua anak

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan mendeteksi riwayat kesehatan orangtua. Salah satu penyebab alergi adalah dari faktor genetik. Untuk itu, anak yang alergi kemungkinan besar berasal dari keturunan juga besar. Lakukan pendeteksian dengan mengetahui apakah dari kedua orangtua pernah menderita alergi atau tidak.

  1. Deteksi anak ketika usia di bawah tiga tahun

Langkah kedua lakukan deteksi pada anak ketika usia tiga tahun. Alergi bisa menyerang dengan berbagai tanda seperti kesulitan bernafas, sakit pada perut, muntah-muntah, gatal pada kulit dan masih banyak lagi. Apabila pada usia tersebut anak didapati tanda seperti yang telah disebutkan maka segera bawa ke dokter dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut.

  1. Deteksi secara ilmiah

Ketika didapati anak dengan gejala yang muncul secara terus-menerus maka orangtua perlu berhati-hati dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Untuk memastikan anak alergi jenis apa, penyebab alergi hingga penanganan apa yang tepat maka dilakukan serangkaian tes laboratorium. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Skin test atau tes kulit

Tes kulit ini ada dua cara yakni dengan meneteskan cairan alergen pada kulit atau menyuntikkan cairan ke dalam tubuh anak. Kemudian tunggu selama 15 menit dan lihat hasilnya. Apabila muncul benjolan kemerahan pada kulit maka anak positif alergi begitu juga sebaliknya.

  • Tes darah

Pada tes ini, darah anak akan diambil sampelnya untuk kemudian dilakukan pengujian serta didapat hasilnya.

  • Uji tempel kulit

Tes selanjutnya ini adalah tes untuk mengetahui penyebab alergi dengan menempelkan alergen pada kulit. Apabila muncul tanda ruam di kulit hasil tempelan tadi maka sudah dapat dipastikan anak alergi.

Deteksi anak alergi susu sapi

Di beberapa kasus, banyak anak yang menderita alergi susu sapi. Susu sapi merupakan jenis minuman yang berasal dari sapi. Anak alergi susu sapi lantaran tidak tahan terhadap beberapa kandungan yang ada di dalam susu sapi. Apabila anak menunjukkan tanda alergi pada susu sapi maka segera hentikan dan periksakan ke dokter. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika anak alergi susu sapi diantaranya:

  • Hindarkan semua makanan yang ada kandungan susu sapi di dalamnya.
  • Berikan ASI eksklusif pada anak usia 0-6 bulan.
  • Apabila anak mengkonsumsi susu formula, hindari susu formula yang berbahan dasar susu sapi.

Pemberian susu formula sebagai nutrisi tambahan sangatlah penting untuk membantu memperkuat sistem metabolisme tubuh anak. Diantara susu formula yang direkomendasikan dokter adalah Morinaga. Morinaga merupakan produk unggulan dari PT. Kalbe Nutritionals yang terbukti menjadi susu pilihan anak Indonesia. Selain menyehatkan, kandungan yang ada di dalam susu Morinaga juga mampu untuk meningkatkan kecerdasan multitalenta anak serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

Untuk anak yang alergi susu sapi tidak perlu khawatir, ada Morinaga Soya yang khusus untuk anak alergi yang mana memiliki kandungan nutrisi yang tidak kalah dengan susu sapi. Kandungan proteinnya yang tinggi mampu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh anak.