Mengenal Setiap Prosedur Operasi Hidung/Rhinoplasty Secara Lengkap

  • 2 min read
  • Sep 07, 2021
Operasi Hidung Rhinoplasty

Rhinoplasty (operasi hidung) merupakan salah satu prosedur operasi bedah yang sangat populer. Ada cukup banyak pasien rhinoplasty yang melakukan prosedur ini karena dasar kecantikan atau estetika.

Karena seperti yang banyak orang tahu, hidung mancung itu merupakan kategori hidung yang terbaik, maka rhinoplasty ini wajar saja dilakukan. Bagi mereka yang memiliki banyak uang, maka biasanya tidak berpikir lama untuk melakukan rhinoplasty.

Tetapi operasi hidung ini perlu dilakukan secara hati-hati atau dengan penuh pertimbangan meski dana sudah ada. Selain untuk kecantikan, rhinoplasty biasa dilakukan untuk menghindari gangguan pada sistem pernapasan yang terjadi karena bentuk atau struktur hidung.

Bisa juga rhinoplasty dilakukan untuk tujuan lain meski kebanyakan untuk aspek estetika. Agar lebih jelas, berikut ini ada beberapa tujuan dilakukannya rhinoplasty.

Beberapa Tujuan Dilakukannya Operasi Hidung

Operasi hidung bisa dilakukan untuk tujuan-tujuan seperti di bawah ini:

  • Melakukan perubahan sudut antara bibir atas dan hidung
  • Mengecilkan hidung atau nose reduction
  • Memperbaiki kelainan pada bentuk hidung karena cedera atau cacat lahir
  • Memperbesar hidung atau nose augmentation
  • Mengatasi berbagai gangguan pernapasan karena hidung
  • Mengubah bentuk puncak atau pangkal hidung

Beberapa Prosedur Melakukan Operasi Hidung

Umumnya prosedur rhinoplasty/ operasi hidung berlangsung 1 hingga 2 jam, tapi bisa juga lebih lama. Ada pun beberapa tahapan prosedur rhinoplasty yaitu sebagai berikut.

Melakukan pembiusan

Dokter menyuntikkan bius ke hidung lalu memberikan penenang lewat infus. Dokter bisa memberikan juga bius total (obat hirup, bisa juga melalui suntikan). Sementara jenis bius untuk rhinoplasty yang diberikan tergantung seberapa rumitnya operasi hidung itu sendiri yang hendak dilakukan.

Sayatan

Sayatan ini tentu dilakukan di hidung dan dapat dilakukan terbuka atau pun tertutup. Untuk operasi rhinoplasty tertutup, maka sayatan dibuat pada bagian dalamnya hidung. Sedangkan untuk operasi terbuka, maka sayatan dibuat pada kolumela, yakni bagian luar yang memisahkan dua lubang hidung.

Lewat sayatan tersebut, maka kulit yang tadinya menutupi tulang rawan dan tulang hidung akan diangkat perlahan. Dengan begitu, maka akan memberikan akses kepada dokter bedah dalam membentuk struktur hidung kembali.

Membentuk struktur kembali

Dokter nantinya akan melakukan pengangkatan tulang di hidung kepada mereka pasien rhinoplasty yang memang ingin mengecilkan bentuk hidung. Sedangkan untuk pasien rhinoplasty yang hendak membesarkan hidungnya, dokter melakukan pencangkokan tulang.

Memperbaiki sekat yang bengkok

Kalau posisi septum (sekat antara dua lubang hidung) tidak tepat atau bengkok di bagian tengah hidung, maka dokter meluruskannya untuk bisa memperbaiki pernapasan.

Penutupan sayatan

Sesuai dokter membentuk sesuai yang diinginkan, maka kulit dan juga jaringan hidung dikembalikan kembali ke posisinya, lalu kemudian sayatan ditutup.

Hal Yang Perlu Diketahui Setelah Melakukan Operasi Hidung

Setelah operasi rhinoplasty selesai, maka dokter menempatkan penyangga logam atau plastik di hidung untuk melindungi serta mempertahankan struktur baru selama pemulihan. Dokter akan memantau juga kondisi pasien dalam ruang pemulihan beberapa jam seusai operasi.

Kalau kondisi pasien memang stabil, pasien dibolehkan untuk pulang saat hari itu. Namun, kalau operasi hidung cukup rumit dijalani, pasien mungkin perlu menjalani perawatan selama 1 atau 2 hari.

Di samping itu, beberapa hari setelah operasi, ada kalanya pasien mungkin mengalami kebingungan, sulit berkonsentrasi, serta perlambatan respons. Maka dari itu, pasien lebih baik ditemani keluarga untuk bisa merawat dan membantu pasien saat masa pemulihan.