Renungan Akhir Tahun: Sesudah Kesulitan ada Kemudahan

  • 2 min read
  • Dec 28, 2020
Renungan Akhir Tahun

Sebentar lagi tahun 2020 akan berakhir. Banyak kejadian besar terjadi di tahun 2020 ini, terutama hadirnya pandemi covid 19 yang membuat dunia kewalahan. Dengan adanya pandemi ini, tahun 2020 pasti akan tercatat dalam sejarah sebagai tahun yang spesial.

Munculnya pandemi ini membuat hampir seluruh sektor terdampak. Mulai dari ekonomi, sosial dan lain sebagainya. Banyak usaha yang mengalami kerugian. Semisal usaha di bidang travel atau tour dan jasa yang pertama kali kena hantaman efek pandemi. Geliat bisnis di sektor pariwisata langsung terpukul begitu kabar covid 19 sudah mulai masuk ke Indonesia. Banyak rencana wisata yang diundur bahkan dibatalkan sehingga perputaran uang langsung terhenti.

Di bidang pekerjaan, banyak pekerja yang harus rela kehilangan pekerjaan. Menurunnya perputaran uang secara nasional dan global menjadikan sektor usaha kesulitan mempertahankan bisnisnya. Efek yang ditimbulkan covid ini tidak hanya berdampak kepada usaha kecil dan menengan, namun usaha besar pun tak luput juga.

Banyaknya usaha yang terpaksa tutup atau merampingkan usahanya ini tentu berdampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja baru. Jumlah lowongan pekerjaan yang berkualitas menurun drastis. Para fresh graduate di berbagai tingkat pendidikan mengalami kesulitan yang lebih untuk mendapatkan pekerjaan impiannya.

Pandemi ini tentu juga sedikit banyak memaksa perubahan perilaku manusia dalam bidang sosial. Manusia merupakan makhluk sosial yang saling berkaitan satu sama lain. Pada dasarnya manusia saling membutuhkan. Sekolah-sekolah ditutup sehingga wadah bersosial bagi pelajar berkurang. Sekolah offline diganti dengan sekolah via online. Hal ini tentu berdampak terhadap perkembangan siswa baik di bidang akademik maupun sosial.

Acara-acara yang melibatkan kerumunan menjadi terbatas. Acara resepsi pernikahan, konser musik, dan acara apapun yang melibatkan banyak orang berkumpul, semuanya terpengaruh. Gaya hidup pun mengalami perubahan. Keluar rumah dengan memakai masker adalah sebuah keharusan.

Namun, kawan, tidak usah engkau bersedih. Kesulitan-kesulitan yang terjadi ini harus kita hadapi bersama dan kita pasti mampu melewatinya. Yang harus kita pahami sebagai hamba yang beriman, bahwa segala cobaan ini tentu sudah digariskan oleh Allah Sang Pencipta Alam sejak zaman azali.

Dan sudah ketentuan Allah pula bahwa setelah kesulitan pasti akan selalu ada kemudahan. Hal ini sudah Allah janjikan lewat Surat Asy-Syarh (Al Insyirah) atau banyak juga masyarakat Indonesia menyebutnya Surat Alam Nasroh┬áseperti bunyi kata awal di ayat pertama. “Sesungguhnya besera kesulitan itu ada kemudahan”, begitulah janji Allah yang pasti selalu benar. Janji ini bahkan diulang dua kali di surat tersebut. Hal ini menandakan bahwa kita harus benar-benar yakin bahwa janji tersebut pasti terpenuhi.

Optimislah, Kawan, kabar baik itu mulai ada. Pandemi ini telah sedikit memaksa para ilmuwan untuk lebih giat melakukan penelitian guna menemukan vaksin. Beberapa perusahaan vaksin sudah menyatakan bahwa temuannya cukup efektif untuk menciptakan kekebalan dalam tubuh. Mulai dari Pfizer, Moderna, hinga Sinovac buatan Tiongkok.

Pemerintah Indonesia juga sudah melakukan teken kontrak dengan Sinovac untuk pembelian sekian juta dosis dan sebagian kecil sudah mendarat di Indonesia. Untuk vaksin sinovac sendiri saat ini masih dilakukan uji coba tahap ketiga. Menurut perkiraan, akhir Januari nanti pihak BPOM sudah bisa membuat keputusan apakah vaksin ini dapat digunakan secara masal atau tidak di Indonesia.

Dengan adanya vaksin secara masal ini, diharapkan herd immunity akan terbentuk dan kehidupan ekonomi serta sosial dapat berangsur-angsur pulih seperti sedia kala. Anak-anak dapat bermain dengan bebas, dapat kembali bersekolah dan ceria. Dunia usaha kembali menggeliat sehingga lapangan pekerjaan semakin terbuka lebar.

Di setiap kesulitan selalu ada kemudahan. Di setiap masalah akan ada solusi. Di setiap rintangan pasti ada jalan keluar. Mari kita bersama-sama menumbuhkan rasa optimis yang tinggi. Mari saling bahu-membahu mengikuti anjuran menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Bersabarlah, sebentar lagi.