Meningkatnya Ekspor Rumput Laut Indonesia di Masa Pandemi

  • Riaupos
  • Jan 27, 2022
Meningkatnya Ekspor Rumput Laut Indonesia di Masa Pandemi

Dalam kondisi saat ini yang masih kurang stabil tidak membuat dunia ekspor Indonesia menurun, terbukti dengan meningkatnya ekspor rumput laut Indonesia yang semakin meningkat selama pandemi berlangsung. Meningkatnya ekspor rumput laut disebabkan oleh permintaan dari mitra dagang utama Indonesia yaitu Tiongkok.

Dengan adanya peningkatan ekspor rumput laut ini diharapkan bisa membuat kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat. Karena rumput laut merupakan salah satu bahan makanan yang bisa membuat hidup menjadi lebih sehat. Rumput laut sampai sekarang diprediksi masih tetap memiliki permintaan ekspor yang tinggi, karena rumput laut ini merupakan salah satu bahan baku maknan dan farmasi yang sangat dibutuhkan.

IEB Institute (Indonesia Eximbank Institute) melakukan kajian sebagai riset LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), bahwa nilai rumput laut Indonesia tercatat naik sampai 24,43% mencapai angka USD 177,99 Juta. Pertumbuhan nilai ekspor yang kumulatif juga diikuti oleh pertumbuhan sisi volume ekspor yang mencapai 11,68% menjadi 159,59 ribu ton jika dibandingkan dengan tahun yang lalu memiliki perbedaan yang lumayan besar.

Meskipun sempat mengalami penurunan dalam kinerja ekspor Indonesia, namun di sisi lainnya Indonesia juga mampu menempati peringkat kedua sebagai negara yang mengekspor rumput laut terbesar di dunia. Itu terbukti dengan adanya data dan meningkatnya ekspor rumput laut Indonesia sekarang. Banyak jenis rumput laut Indonesia yang di ekspor ke luar negeri karena memiliki keunggulan tersendiri, oleh karena itu negara luar meminta pengiriman rumput laut di naikan.

Salah satu jenis rumput laut Indonesia yang banyak dikenal di pasar global adalah eucheuma cottonii yang memiliki porsi sangat besar dari semua produk rumput laut Indonesia yang akan di ekspor. Biasanya jenis rumput laut ini dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan karagenan, namun jenis rumput laut gracilia sp menjadi produk ekspor rumput laut terbesar kedua dengan memiliki banyak porsi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan agar-agar.

Produk rumput laut yang diekspor Indonesia sebenarnya dikelompokkan menjadi 4, rumput laut layak konsumsi manusia, rumput laut tidak layak konsumsi manusia, karaginan, rumput laut untuk farmasi dan agar-agar. Dari hasil data mengatakan bahwa produk karaginan dan agar-agar memiliki harga jauh lebih mahal dibandingkan dengan tiga produk rumput laut lainnya. Share dan volume karaginan dan agar-agar terus meningkat disetiap tahunnya.

Tujuan ekspor rumput laut Indonesia yang pertama didominasi oleh negara Tiongkok karena merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor rumput laut mencapai 82,36%, lalu di posisi kedua ada Korea Selatan yang menjadi negara tujuan ekspor rumput laut yang sudah mencapai 5,25% , selanjutnya ada negara chile yang menjadi tujuan ekspor rumput laut Indonesia karena Indonesia mengirim setiap tahunnya sampai mencapai 3,20 %, Vietnam negara yang juga menjadi salah satu tujuan ekspor rumput Indonesia yang mencapai 2,09% disetiap tahunnya, yang terakhir ada Prancis yang juga menjadi negara tujuan terakhir ekspor rumput laut Indonesia mencapai 1,97%.

Sulawesi Selatan yang merupakan wilayah asal ekspor rumput laut terbesar di Indonesia yang mencapai 47,95% dan diikuti oleh jawa timur yang mencapai 26,60%. Karena tren positif dari kinerja ekspor membuat potensi yang luar biasa, Indonesia harus mengoptimalkan produksi komoditas rumput laut yang sangat dibutuhkan untuk ekspor. Terutama wilayah yang menghasilkan produk unggulan ekspor untuk mengembangkan potensi ekonomi

Dalam kondisi saat ini yang masih kurang stabil tidak membuat dunia ekspor Indonesia menurun, terbukti dengan meningkatnya ekspor rumput laut Indonesia yang semakin meningkat selama pandemi berlangsung. Meningkatnya ekspor rumput laut disebabkan oleh permintaan dari mitra dagang utama Indonesia yaitu Tiongkok.

Dengan adanya peningkatan ekspor rumput laut ini diharapkan bisa membuat kesadaran masyarakat akan gaya hidup yang sehat. Karena rumput laut merupakan salah satu bahan makanan yang bisa membuat hidup menjadi lebih sehat. Rumput laut sampai sekarang diprediksi masih tetap memiliki permintaan ekspor yang tinggi, karena rumput laut ini merupakan salah satu bahan baku maknan dan farmasi yang sangat dibutuhkan.

IEB Institute (Indonesia Eximbank Institute) melakukan kajian sebagai riset LPEI (Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia), bahwa nilai rumput laut Indonesia tercatat naik sampai 24,43% mencapai angka USD 177,99 Juta. Pertumbuhan nilai ekspor yang kumulatif juga diikuti oleh pertumbuhan sisi volume ekspor yang mencapai 11,68% menjadi 159,59 ribu ton jika dibandingkan dengan tahun yang lalu memiliki perbedaan yang lumayan besar.

Meskipun sempat mengalami penurunan dalam kinerja ekspor Indonesia, namun di sisi lainnya Indonesia juga mampu menempati peringkat kedua sebagai negara yang mengekspor rumput laut terbesar di dunia. Itu terbukti dengan adanya data dan meningkatnya ekspor rumput laut Indonesia sekarang. Banyak jenis rumput laut Indonesia yang di ekspor ke luar negeri karena memiliki keunggulan tersendiri, oleh karena itu negara luar meminta pengiriman rumput laut di naikan.

Salah satu jenis rumput laut Indonesia yang banyak dikenal di pasar global adalah eucheuma cottonii yang memiliki porsi sangat besar dari semua produk rumput laut Indonesia yang akan di ekspor. Biasanya jenis rumput laut ini dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan karagenan, namun jenis rumput laut gracilia sp menjadi produk ekspor rumput laut terbesar kedua dengan memiliki banyak porsi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan agar-agar.

Produk rumput laut yang diekspor Indonesia sebenarnya dikelompokkan menjadi 4, rumput laut layak konsumsi manusia, rumput laut tidak layak konsumsi manusia, karaginan, rumput laut untuk farmasi dan agar-agar. Dari hasil data mengatakan bahwa produk karaginan dan agar-agar memiliki harga jauh lebih mahal dibandingkan dengan tiga produk rumput laut lainnya. Share dan volume karaginan dan agar-agar terus meningkat disetiap tahunnya.

Tujuan ekspor rumput laut Indonesia yang pertama didominasi oleh negara Tiongkok karena merupakan salah satu negara tujuan utama ekspor rumput laut mencapai 82,36%, lalu di posisi kedua ada Korea Selatan yang menjadi negara tujuan ekspor rumput laut yang sudah mencapai 5,25% , selanjutnya ada negara chile yang menjadi tujuan ekspor rumput laut Indonesia karena Indonesia mengirim setiap tahunnya sampai mencapai 3,20 %, Vietnam negara yang juga menjadi salah satu tujuan ekspor rumput Indonesia yang mencapai 2,09% disetiap tahunnya, yang terakhir ada Prancis yang juga menjadi negara tujuan terakhir ekspor rumput laut Indonesia mencapai 1,97%.

Sulawesi Selatan yang merupakan wilayah asal ekspor rumput laut terbesar di Indonesia yang mencapai 47,95% dan diikuti oleh jawa timur yang mencapai 26,60%. Karena tren positif dari kinerja ekspor membuat potensi yang luar biasa, Indonesia harus mengoptimalkan produksi komoditas rumput laut yang sangat dibutuhkan untuk ekspor. Terutama wilayah yang menghasilkan produk unggulan ekspor untuk mengembangkan potensi ekonomi.